Monday, February 12, 2024

Ada manfaat senam untuk kesehatan


Banyak cara untuk membiasakan orang untuk mengikuti gaya hidup sehat, seperti olahraga, salah satu jenis olahraga yang mudah untuk dilaksanakan yakni senam. Olahraga senam identik dengan gerakan yang enerjik dan membangkitkan semangat dalam siap hitungannya.

Berikut segudang manfaat senam yang baik bagi tubuh, yaitu :

1. Menunjang kesehatan tubuh

Terlepas dari berapa usia dan bagaimana kemampuannya, rutin melakukan senam bisa membantu menurunkan risiko penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, diabetes, serta osteoporosis, yang risikonya bisa diturunkan di masa mendatang. Selain itu, senam juga membantu membakar lemak di dalam tubuh sehingga turut berperan pada pengendalian berat badan.

2. Membangun kekuatan tubuh

Saat dilakukan secara rutin dan optimal, senam dapat membantu membangun kekuatan inti pada bagian atas dan bawah tubuh. Pasalnya, gerakan yang dilakukan selama senam mampu melatih kekuatan otot, tulang, serta daya tahan tubuh.

3. Melatih keterampilan motorik, koordinasi, dan keseimbangan

Selain membantu membangun berbagai keterampilan tubuh. Misalnya keterampilan motorik, koordinasi, serta senam juga dapat melatih keseimbangan.

Di sini, secara bertahap anak akan belajar bagaimana caranya menggerakkan anggota tubuhnya sesuai dengan hitungan atau irama musik. Latihan koordinasi tubuh ini nantinya tentu bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, yang turut menunjang kegiatan sehari-hari.

Test Intelegensi Umum itu menarik


TIU adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan numerik (logika berhitung), figural (penalaran), verbal, dan kemampuan berpikir logis serta analitis seseorang secara simultan. 

Fungsi Tes Intelegensi Umum

Pada praktiknya, sebuah perusahaan tidak mungkin mengamati karakter dan perilaku para calon karyawannya. Untuk itulah diperlukan metode praktis dan terukur seperti tes, salah satunya tes intelegensi. Adapun fungsi tes ini adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai alat untuk mengukur kemampuan seseorang, baik kemampuan figural, verbal, berpikir logis dan analitis, serta numerik.
  2. Sebagai upaya untuk mendapatkan individu/calon karyawan yang berkualitas.
  3. Sebagai upaya untuk mengenali kelebihan dan kelemahan seseorang, terutama yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Jenis Tes Intelegensi Umum

Secara umum, tes intelegensi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Tes intelegensi yang diperuntukkan anak-anak, contohnya tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1 dan 2, dan TIKI Dasar.
  2. Tes intelegensi yang diperuntukkan remaja sampai orang dewasa, contohnya TIKI Menengah, CFIT skala 3, dan lainnya.
  3. Tes intelegensi yang diperuntukkan tuna rungu, contohnya tes SON.

Materi Tes Intelegensi Umum

Menurut Permen PAN-RB Nomor 27 Tahun 2021, materi yang diujikan pada TIU mencakup hal-hal berikut.

1. Kemampuan verbal

a. Analogi

Soal analogi berisi perbandingan dua kata yang memiliki relasi tertentu di kondisi yang bisa jadi berbeda.

b. Silogisme

Soal silogisme berisi penarikan kesimpulan dari dua atau lebih premis atau pernyataan.

c. Analitis

Soal analitis berisi penarikan kesimpulan yang didahului dengan proses analisis suatu permasalahan.

2. Kemampuan numerik

a. Berhitung

Soal berhitung berisi materi tentang operasi hitung sederhana, contohnya hasil dari perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan.

b. Deret angka

Soal deret angka berisi deretan beberapa angka yang nantinya harus dicari lanjutan angka yang sesuai. Untuk memudahkannya, Bapak/Ibu harus sering-sering berlatih.

c. Perbandingan kuantitatif

Soal perbandingan kuantitatif berisi tentang penarikan kesimpulan dari dua data kuantitatif.

d. Soal cerita

Soal cerita berisi analisis kuantitatif dari suatu kasus yang diberikan.

3. Kemampuan figural

a. Analogi

Soal analogi menekankan pada penalaran individu tentang suatu perbandingan dua buah gambar yang saling berhubungan.

b. Ketidaksamaan

Soal ketidaksamaan menekankan pada kemampuan individu untuk melihat perbedaan dua buah gambar.

c. Serial

Soal serial menekankan pada kemampuan individu untuk menganalisis dan menentukan lanjutan dari pola beberapa gambar.



Bila saya jadi Polwan, langsung saja bintang 5



Kota Jambi, 12 Februari 2024

Alhamdulillah, saya bersyukur dengan profesi apoteker saja. Karena bila saya jadi polwan, saya tidak bisa. Sebab, saya tidak bisa terburu - buru apalagi di buru - buru. Bukan karena gerakan saya lamban, saya sudah terbiasa dengan keteraturan. Jadi, menurut saya untuk menjadi anggota polisi itu harus siap sedia dalam setiap situasi. Kecuali bila cuti kerja, apa harus tetap siap dengan tugas di dalam profesi ya ?

Kenapa saya tidak suka menjadi anggota polisi atau pun tentara ? Karena saya tidak suka upacara yang berpanas - panasan. Saya tidak suka suara lantang apalagi identik dengan sikap tegas dan perlakuan nya berbeda dengan profesi yang lain khususnya apoteker.

Untuk sidang Ukom saja harus melewati ketok meja yang fungsinya saya tidak tahu, yang jelas itu mengukur ketepatan waktu. Hanya saya bisa terkejut cuma tidak kaget. Belum lagi didikan profesi polisi dan tentara itu harus disiplin. Dan yang buat saya tidak tertarik dengan profesi tersebut, waktunya sudah kepunyaan negara. Jadi, bukan hanya harus siap mental dan fisik. Menjadi pertahanan negara juga harus siap mati. Mempertaruhkan jiwa dan raga untuk keamanan negara. Bila di dalam agama islam, kerja profesi yang seperti itu karena Allah SWT sudah termasuk jihad. Tidak lupa sholat 5 waktu.

Saya suka punya cita - cita yang setinggi - tingginya jadi bila jatuh hanya di awang - awang. Tidak akan terasa sakit. Artinya berharap cita - cita itu dengan mengharapkan keridhoan dari Allah SWT. Bila tidak sampai cita - cita nya, Allah SWT punya rencana yang terbaik dan pasti selalu yang terindah.

MasyaaAllah Tabarakallah, seperti saya yang tidak pernah terbayang di masa kecil saya untuk punya gelar profesi apoteker. Tidak terpikir untuk menjadi dokter. Permainan masa kecil saya masak - masakan, boneka dan memang tidak menyukai permainan laki - laki.

Jadi, bila saya menjadi polwan bisa tidak langsung bintang 5 nya saja. Punya tongkat tinggal tunjuk dan perintah saja. Konsekuensinya nyawa saya dalam genggaman Allah SWT. Karena harus mempertanggungjawabkan seluruh personil se-Indonesia. Subhanallah, sungguh Allah SWT Maha Mengetahui. Tahu yang terbaik untuk hamba - hamba -Nya.

Semoga siapa saja yang telah di amanahkan profesi dan jabatan dengan bersumpah 30 Juz Al - quran bisa selalu amanah, jujur dan adil di hadapan Allah SWT (aamiin).

Keputusan dan Janji menurut Ali Bin Abi thalib

Hati-hati Dalam Mengambil Keputusan atau Berjanji

Masalah atau ujian dalam sebuah kehidupan adalah merupakan sesuatu hal yang lazim yang akan kita hadapi didalam hidup ini. Allah SWT tidak akan memberikan ujian ataupun masalah diluar batas kemampuan umatnya, dan sudah pasti masalah yang diberikan berbeda-beda.

Ujian kesulitan, kehilangan, musibah, kekurangan, penyakit, dan kemiskinan adalah suatu hal yang lazim dihadapi manusia di muka bumi ini. Dan tidak ada satu manusia pun yang luput dari ujian dan permasalahan, dan tidak ada satu manusia pun yang meminta untuk hidup susah dan meminta untuk mempunyai masalah.

Firman Allah SWT, yang artinya,”Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) menyatakan :’ kami telah beriman: sedang mereka sedang diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang dusta’ ( QS. AL-Ankabut : 2:3 ).

Dalam ayat tersebut, Allah SWT telah menjelaskan bahwa setiap manusia atau setiap umat muslim yang beriman pasti Allah SWT akan memberikan ujian atau masalah baginya.

Dan ketika dihadapkan pada sebuah ujian atau masalah, manusia akan dihadapkan pada sebuah proses pengambilan sebuah keputusan dan memecahkan dari permasalahan tersebut. Dan pula, sudah tentu setiap manusia atau setiap orang akan berbeda-beda dalam menyikapi sebuah ujian atau masalah yang dihadapi, serta proses yang dilakukan dalam sebuah penyelesaian masalah juga berbeda-beda.

Untuk pengambilan sebuah keputusan dapat diartikan sebagai sebuah proses pemilihan alternatif terbaik dari banyak alternatif, dan dengan cara yang dianggap efisien sesuai dengan situasi yang ada atau yang sedang terjadi.

Ali Bin Abi Thalib berkata.” Jangan membuat keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji sewaktu sedang gembira”.

3 amalan yang sulit menurut Imam Syafi'i

3 Amal yang Paling Berat Menurut Imam Syafi’i

1. Murah Hati Saat Miskin

Infaq adalah amal yang berat. Sebab pada umumnya, manusia cinta dunia. Ia bekerja keras untuk mencari harta, senang ketika mendapatkan banyak harta, dan cenderung pelit untuk mengeluarkannya. Karenanya di antara ciri orang yang bertaqwa adalah wa mimma raaqnahum yunfiquun: menginfakkan sebagian harta yang direzekikan kepadanya.

Lebih dari itu, Surat Ali Imran ayat 134 menyebutkan bahwa di antara ciri orang yang bertaqwa adalah berinfaq baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.

Berinfaq saat lapang mungkin agak ringan. Tetapi berinfaq di saat sempit? Jauh lebih berat. Dermawan saat dompet tebal mungkin agak ringan. Tetapi dermawan saat dompet tipis? Jauh lebih berat. Murah hati saat kaya mungkin agak ringan. Tetapi murah hati saat miskin? Jauh lebih berat.

Hanya orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah SWT yang sanggup menjalankan amal yang paling berat ini. Rasulullah SAW adalah teladan utama. Beliau dermawan di saat lapang maupun di saat sempit. Beliau murah hati di saat mendapati banyak harta, beliau juga murah hati di saat kebutuhan konsumsinya sendiri bahkan belum tersedia.

Dari banyak hadits kita mengetahui betapa Rasulullah SAW sangat dermawan. Beliau adalah orang yang memiliki banyak harta dari ghanimah, tetapi harta itu tidak pernah beliau miliki. Begitu dapat langsung beliau sedekahkan. Bahkan pernah beliau mempercepat shalat karena ingin harta yang baru saja diserahkan kepada beliau segera dibagikan kepada fakir miskin.

Imam Syafi’i sendiri juga mampu meneladani Rasulullah SAW dalam menjalankan amal yang paling berat ini. Kendati beliau kehabisan bekal, beliau segera menginfakkan harta yang baru diterimanya kepada orang-orang yang membutuhkan.

2. Wara’ Saat Sendiri

Secara sederhana, wara’ adalah sikap meninggalkan hal-hal yang haram dan syubhat. Secara lebih mendalam, wara’ bukan hanya meninggalkan hal-hal yang haram dan syubhat tetapi juga meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat serta hal-hal mubah yang berlebihan. Persis sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadits Arbain 12 :

Diantara tanda kebaikan (kesempurnaan) Islam seseorang, ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya. (HR. Tirmidzi)

Meninggakan hal-hal yang haram adalah amal yang berat bagi banyak orang. Karenanya kita lihat ada orang-orang yang suka minum-minuman keras, berjudi, berzina dan sebagainya. Bahkan di antara mereka, ada yang melakukannya secara terang-terangan di depan banyak orang.

Meninggalkan hal-hal yang haram saat sendirian tentu lebih berat lagi. Karenanya ada orang yang kelihatan baik ketika di depan publik, tetapi diam-diam ia melakukan korupsi. Ada orang yang tampak mulia tetapi bermaksiat dalam kesendiriannya. Sungguh sangat tepat nasihat Bilal Sa’ad rahimahullah. Tabi'in yang wafat di Syam ini mengatakan :

Janganlah engkau (tampak) menjadi wali Allah Ta’ala di tengah keramaian, tetapi menjadi musuh-Nya ketika sendirian.

Menjauhi syubhat lebih berat lagi. Hal yang masih samar hukumnya, apakah ini halal atau tercampur dengan hal yang haram. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang mampu mempraktikkan wara’ dengan sempurna. Suatu hari ketika ia mendapat makanan dari seorang sahabat, ia memakannya. Setelah ingat, barulah ia bertanya dari mana makanan itu.

Begitu sahabat tadi memberi tahu bahwa makanan tersebut pemberian orang yang dulu pernah ia ruqyah di masa jahiliyah, Abu Bakar langsung memasukkan jari-jari ke mulutnya dan memuntahkan semua makanan yang telah masuk ke perutnya. Sementara di zaman kita, seakan hilang kepedulian untuk bertanya uang ini dari mana, harta ini dari mana, makanan ini dari mana.

Apalagi menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat dan hal mubah yang berlebihan. Jauh lebih berat lagi. Sehingga tak salah jika Imam Syafi’i memasukkan wara’ saat sendiri merupakan salah satu amal yang paling berat.

3. Mengucapkan Kebenaran di Hadapan Orang yang Ditakuti

Berdakwah adalah tugas setiap muslim. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar adalah tugas setiap muslim. Tugas itu berat, terbukti banyak orang yang melalaikannya. Namun, yang lebih berat adalah berdakwah dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar di hadapan orang yang ditakuti, khususnya penguasa.

Mengapa? Sebab menyampaikan kebenaran di hadapan orang yang ditakuti memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan menyampaikan kebenaran di hadapan orang umum. Jika orang umum menolak kebenaran itu mungkin ia hanya mencemooh atau mencela. Tetapi jika orang yang punya kekuasaan menolak kebenaran itu, dalam ketersinggungannya ia bisa menjatuhkan hukuman berat atau memberangus dakwah di hadapannya.

Jadi, menyampaikan kebenaran di hadapan orang yang ditakuti ini membutuhkan keberanian sekaligus risikonya adalah nyawa. Persis jihad. Bahkan lebih berat lagi karena jihad dilakukan bersama sementara amal ini sering dilakukan secara pribadi. Dan jika jihad langsung berhadapan dengan tentara kafir, amal ini berhadapan dengan penguasa yang bisa jadi secara identitas masih muslim.

Rasulullah SAW menyebut amal ini sebagai afdhalul jihad, jihad yang paling utama. Beliau bersabda :

Amal ini sangat tepat disebut sebagai amal yang paling berat karena yang berani menyampaikan kebenaran kepada Raja Namrud adalah Nabi Ibrahim, lalu Nabi Ibrahim menghadapi risikonya: dibakar. Yang berani menyampaikan kebenaran kepada Fir’aun adalah Nabi Musa, lalu Nabi Musa menghadapi risikonya: dikejar-kejar untuk dipenggal. Yang berani menyampaikan kebenaran kepada pembesar Quraisy adalah Rasulullah Muhammad SAW, lalu beliau menghadapi risikonya: dikepung untuk dibunuh.

Di zaman setelahnya, orang-orang yang mampu menegakkan amal ini adalah apara ulama pemberani. Imam Ahmad bin Hanbal yang menghadapi resiko penjara. Ibnu Taimiyah juga mendekam di balik jeruji besi. Hasan Al Banna diberondong. Sayyid Quthb digantung. 

Ar - Rahman, yang Maha Pengasih

Arti Ar Rahman Adalah Yang Maha Pengasih, Pahami Maknanya

Arti Ar Rahman perlu dipahami setiap muslim sebagai salah satu Asmaul Husna. Arti Ar Rahman adalah Yang Maha Pengasih. Arti Ar Rahman adalah Allah SWT memberikan kebaikan dan belas kasihan kepada semua makhluk-Nya.

Melansir dari Al-Qur’an Indonesia, arti Ar Rahman berasal dari akar kata r-h-m dalam bahasa Arab klasik, yang memiliki makna: yang bersifat lembut, berlemah lembut, berbaik hati mencintai menyayangi, mengasihi menunjukkan keramahan dan kebaikan memiliki semua sifat yang dibutuhkan untuk menjadi yang Maha Pengasih.

Arti Ar Rahman kerap kali disandingkan dengan Ar Rahim. Namun, Ar Rahim artinya beda dengan Ar Rahman. Ar Rahim artinya Allah SWT Maha Penyayang atau Yang Maha Penyayang. Sementara itu, arti Ar-Rahman yaitu Yang Maha Pengasih.

Arti Ar-Rahman adalah Allah Maha Pengasih. Orang-orang yang mengingat Allah SWT atau melalukan dzikir menyebut asma Allah, maka akan mendapatkan ketenangan hati. Dalam surat Ar Rad ayat 28, Allah berfirman, yang artinya:

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

Sunday, February 11, 2024

Berumah tangga bukan untuk bahan praktikum




Alhamdulillah 'ala kulli hal..
Tidak pernah terbayang apalagi terpikir untuk menjadikan rumah tangga sebagai bahan praktikum atau uji coba. Na'udzubillah minzalik, karena pernikahan bisa menjadi ibadah seumur hidup.

Dengan memberi satu gelas air minum saja ke suami pahalanya sudah seperti pahala 1 tahun berpuasa. MasyaaAllah, pernikahan dengan mengharapkan keridhoan Allah SWT akan membawa keberkahan.

Alhamdulillah, setelah menikah saya memang tidak fokus untuk langsung merencanakan kehamilan. Namum saya ada terniat untuk mempunyai anak 2+1 dari rahim yang halal. Rahim yang dibuahi setelah adanya ijab qabul dengan syarat sesuai syariat islam dan hukum Indonesia yang legal.

Sekarang saya sedang belajar menerima takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Karena pernikahan yang seharusnya membawa keberkahan dan mengharapkan rahmat dan ridho dari Allah SWT malah bisa membawa keburukan dan hal yang tidak baik terutama untuk kesehatan fisik dan mental saya.

Ya Allah SWT, semoga selalu Engkau berikan jalan keluar yang terbaik dalam setiap permasalahan kehidupan hamba di dunia ini menuju kebaikan akhirat-Mu (aamiin).

Dibaca dengan hati !

Mesin Waktu - 8 Tahun 7 Bulan, tidak berakhir sia - sia karena ada Dilanomera

MasyaaAllah Tabarakallah.. Saya akan berbagi pengalaman hidup saya, agar semua bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan didalam pernikah...